Category Archives: cerita

Kain Cual di Bangka Belitung

Sudah lama sekali saya tidak menulis di ceritakain.com, tapi saya selalu ingat bahwa saya punya “hutang” untuk menulis di laman yang bercerita tentang sedikit budaya di negari saya sendiri. aniwei, beberapa waktu lalu saya sempat diajak untuk menyinggahi pulau Bangka, tapi sayang sekali saya tidak bisa ikut dalam kesempatan tersebut, tapi, salah seorang sahabat saya yang memang lahir di pulau indah itu, membawakan satu buah kain Cual asli bangka untuk saya!

Kain Cual bangka Belitung adalah kain tradisional daerah penghasil Timah ini. Menurut cerita kain yang juga sering dinamakan kain limar muntok ini berkembang di sebuah kota bernama Muntok, tepatnya pada abad ke-17. Kain ini pertama kali diperkenalkan oleh kakek buyut pendiri toko kain Cual Ishadi yang berada di Pangkal Pinang. Kain ini hampir serupa dengan songket Palembang, bentuknya serupa dengan songket mengindikasikan adanya pengaruh dari kebudayaan Melayu. 

Kain ini dibuat secara manual dengan teknik menenun, kain ini memiliki kekhasan warna melayu yang lebih cerah dan bermotif flora dan fauna. Motif-motifnya yaitu motif Kembang Kenanga, Bebek, Ubur-ubur, Merak, Kembang Rukem dan Kembang Setaman. Proses pembuatan kain cual ini bisa dikatakan cukup rumit, bahan-bahannya pun bisa dibilang unik dan mahal. Bahan-bahan pembuatan kain ini adalah polyster, sutra, katun, serat kayu dan ada juga yang memakai benang emas seberat 18 karat.

Kain yang pengerjaannya biasanya dilakukan oleh kaum ibu-ibu untuk mengisi waktu luang ini seringkali dijadikan pakaian kebesaran di kalangan bangsawan, pakaian pengantin dan pakaian kebesaran lainnya. Kain cual biasa juga dipakai dengan baju khas Bangka, yaitu baju seting, yaitu baju atasan khas Bangka, yang bentuknya serupa dengan baju kurung, berbahan sutera atau beludru. Nah, katanya nih, jika Anda mengunjungi pulau ini, Anda juga akan sering melihat kain cual, karena kain cual atau kain bermotif cual telah menjadi seragam di beberapa sekolah dasar dan kantor-kantor pemerintahan. 

 

 

Tumpal Pada Kain Batik

Ketika sedang membereskan tumpukan koleksi kain batik saya yang kebanyakan didapatkan dari daerah pesisir, saya penasaran banget dengan desain tumpal yang rata-rata terdapat pada batik-batik pesisir. Kalau diperhatikan nih, tumpal bermacam-macam:

  • Tumpal bagian kepala, yaitu bagian yang diletakkan di depan atau di pinggir kain.
  • Tumpal bagian badan yang terletak di tengah.
  • Tumpal bagian kaki yang bentuknya lebih sempit.

Belum diketahui secara pasti sejak kapan desain batik memakai tumpal mulai dipakai di daerah pesisir. Tumpal merupakan pembeda antara batik keraton yang saat dikenakan sebagai kain panjang di bagian diberi wiru, sedangkan di batik yang dipakai sehari-hari oleh rakyat biasa dipakai tanpa wiru, nah, sebagai gantinya maka batik tersebut diberi motif tumpal.