Kain Pagi Sore

Pembuatan kain pagi sore berawal dari penghematan bahan kain mori, yang saat perang dunia kedua kain mori sulit didapatkan. Pada saat itu, dalam selembar kain di desain menjadi dua bagian sehingga bisa  dipakai dalam dua kesempatan. Di sisi pertama, kain berwana terang, yang biasanya orang zaman dahulu memakainya pada siang hari. Sedangkan di sisi lainnya, kain berwarna gelap yang biasanya dipakai pada sore hari. 

kain pagi sore, karya pembatik di Pekalongan.

Menurut cerita zaman dahulu, kain pagi sore umumnya dipakai oleh wanita yang suka berpergian sehari penuh. Jadi saat pagi hari, wanita mengenakan kain berwarna terang dan sewaktu kembali ke rumah pada malam hari, wanita tersebut memakai bagian kain yang berwarna gelap. Dengan memakai kain seperti itu, ada kesan bahwa wanita tersebut telah lama berpulang ke rumah dan di sore harinya baru keluar rumah lagi.

Pada kain ini, ada dua hal yang sering ditemui. Yang pertama, ada kain pagi sore yang motifnya sama, hanya warnanya saja yang berbeda, satu terang satu lagi gelap. Tetapi ada juga kain pagi sore yang motifnya berlainan satu sama lain. Satu bermotif bunga, satu lagi bermotif parang. Tata warna antara gelap dan terang ditandai motif yang dibentuk secara menyerong, seperti pada kain yang dibuat oleh pembatik di Pekalongan, di bawah ini.

Kain Pagi Sore, sisi terang.

Kain Pagi Sore, di sisi lainnya yang berwarna gelap

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s