merah Lasem di selembar kain.

Dari kesekian perjalanan saya mengunjungi tempat penghasil kain tradisional di Indonesia, dari kesekian kali saya jatuh cinta dengan kain-kain batik di pelosok Jawa, kali ini saya jatuh hati dengan batik-batik yang tercipta dari tangan pembatik di Lasem. Batik lasem, adalah favorit saya.

kain batik lasem

Warna merah, itulah hal  yang saya ingat ketika bicara tentang batik di Lasem. Merah yang menyala dalam selembar batik tidak pernah saya temui di kain-kain batik manapun selain di kota ini. Warna merah yang bercampur warna putih, dan biru, sungguh membuat kain batik di Lasem ini memesona. Belum lagi ketika saya meraba kainnya dan mencium aroma lilin yang begitu kental. Saya cinta pada Lasem dengan keunikannya, termasuk keunikan dari kain batiknya.

Warna merah khas Lasem disebut merah darah ayam, sekilas mirip dengan warna merah menyala Tionghoa. Tidak heran, karena batik Lasem kebanyakan dirintis oleh masyarakat keturunan Tionghoa, maka motif dan warnanya sangat dipengaruhi oleh kebudayaan Tionghoa. Setiap pengrajin batik di Lasem (khususnya warga/keturunan Tionghoa) masih mempertahankan keaslian warna yang diwariskan oleh leluhur mereka. Membuat warna merah darah ayam, menjadi rahasia masing-masing pembatik. Jadi, nggak heran, kalau suatu hari Anda mengunjungi Lasem, Anda akan menemui perbedaan warna merah dari beragam pembatik.

One thought on “merah Lasem di selembar kain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s