tiga budaya dalam batik tiga negeri.

Sebuah batik bernama tiga negeri, terkenal di kawasan pesisir Jawa, corak-corak dan warna yang begitu rumit saat dipandang, membuat orang susah sekali mengingat nama batik ini. Saya mengenal nama tiga negeri, sewaktu saya mengeksplor batik di Cirebon. Tapi di Lasem lah, saya baru mengerti mengapa ada sebuah kain batik dinamakan tiga negeri. 
Batik tiga negeri punya filosofi yang menarik. Batik ini menggambarkan tiga budaya, yaitu budaya Belanda, Tionghoa, dan Jawa. Penggambaran budaya dalam batik ini, tercermin dari warna-warna yang digunakan dalam membatik. Dahulu, bahan pewarna batik berasal dari tanaman, yang membuat pembatik mau tidak mau harus mengunjungi satu persatu daerahnya.
Di dalam batik tiga negeri, warna merah, biru, coklat/soga harus selalu ada. Dahulu, daerah Lasem (yang kebanyakan dihuni  oleh orang Tionghoa) memiliki warna merah yang luar biasa indah. warna merah ini berasal dari tanaman mengkudu. Sedangkan warna biru, para pembatik memilih warna biru yang dihasilkan daerah Kudus. Warna biru ini dihasilkan dari tanaman yang bernama Indigo. Kemudian, warna yang terakhir adalah warna coklat yang berasal dari tanaman Soga yang ditemukan di daerah Surakarta/Solo.
Warna merah, biru dan coklat/soga, adalah warna yang selalu ada di dalam batik tiga negeri. Terdapatlah daerah Lasem (yang saat itu daerah ini dihuni banyak orang-orang Tionghoa) yang mempunyai warna merah (mengkudu) yang menarik, daerah Kudus untuk warna biru (indigo) dan warna coklat (soga) yang ada di daerah Surakarta. Kabarnya dahulu,  kain tiga negeri dibuat di Lasem dengan warna merah, setelah itu, kain batik dibawa ke Kudus dibatik dengan warna Biru dan terakhir diwarnai coklat sogan, di daerah Surakarta.

batik 3 negeri yang masih dalam proses pembatikan

Pertanyaan saya dalam hati, mengapa tidak dibawa saja bahan-bahan pewarna batik tersebut (sogan, mengkudu, indigo) di satu tempat. Jadi, tidak perlu berkeliling daerah-daerah untuk mendapatkan warnanya?! Tetua di Lasem yang lama berkecimpung di dunia batik, Sigit Witjaksono, menjawab rasa penasaran saya. Konon, katanya, di setiap daerah mempunyai kandungan mineral air tanah yang berbeda-beda. Hal inilah yang juga berpengaruh dalam pewarnaan batik.
mempengaruhi proses pewarnaan batik.
Kini, dengan adanya pewarna kimia, tentu saja hal itu tak terjadi lagi, berbagai daerah bisa membuat motif tiga negeri dengan warna yang mirip dengan warna dari 3 daerah tersebut. Tapi menurut saya, tetap saja, keaslian warna hanya bisa didapatkan di daerah masing-masing.

4 thoughts on “tiga budaya dalam batik tiga negeri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s