..yang pantas disebut batik.

Banyak orang menyebut kata “batik” saat merujuk sebuah pakaian yang bermotif klasik, pesisir atau berwarna soga khas Yogyakarta dan Solo atau warna-warna cerah khas batik pesisir. Jadi sebenarnya, apa yang dimaksud batik? apakah baju batik atau kain batik mengacu pada warna atau motif.

Kepala studi program Batik di Universitas Pekalongan, Zahir Widadi, bercerita pada saya, bahwa banyak orang yang kini bangga mengenakan batik, yang sepertinya nih, kalau sudah pakai baju batik rasanya (mungkin) telah membuktikan dirinya tengah melestarikan budaya negeri ini. Tapi, tunggu dulu, bener nggak sih pakaian yang dipakai memang benar-benar batik?

Mengutip perkataan bapak Zahir dan berbagai sumber, bahwa yang dimaksud batik adalah adalah tehnik pembuatan bahan pakaian/kain, yang menggunakan pewarnaan khusus dan menggunakan malam/lilin. Beragam motif klasik atau kontemporer atau motif apapun, jika menggunakan tehnik membatik dengan menggunakan malam/lilin bisa dikatakan sebagai batik.

Tapi, kalau motif batik baik klasik ataupun kontemporer tidak dibuat menggunakan tehnik membatik, melainkan dibuat dengan menggunakan mesin tekstil pabrik, maka bagi saya pakaian atau kain bermotif batik tersebut bukanlah batik melainkan tekstil yang bermotifkan batik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s