hello, Sade!

Tahun 2014, membawa saya ke sebuah desa bernama Sade, desa yang sejak lama saya ingin jelajahi. Menulis untuk Kriya sebuah majalah terbitan Dewan Kerajinan Nasional berhasil membawa saya menjejak tradisi dan budaya di desa ini, tak hanya mengenai asal muasal desa ini berburu kain tenun di desa Sade juga menjadi sebuah kemewahan tersendiri bagi saya. Setelah melakukan perjalanan selama satu jam dari kota Lombok, kedatangan saya ke desa ini disambut deretan rumah tradisional khas suku sasak, lengkap beratapkan langit biru dan awan putih yang indah, dan seketika, Mata saya langsung tertuju pada sekumpulan rumah yang di halaman depannya menjajakan beranekaragam tenun khas lombok dengan berbagai macam warna dan corak, cantik-cantik banget! rasanya mau beli semuanyaa… 16 4  Sebagian besar suku sasak memang bekerja sebagai petani, sementara kaum perempuannya jika tidak sedang musim panen biasanya menenun dan memproduksi kain tenun ikat lombok. Saat saya  masuk kedalam rumah salah satu penjual tenun, rupanya tidak semua tenun buatan tangan yang mereka jual.. jadi, buat kamu yang ingin membeli kain tenun suku sasak ini, harus jeli memperhatikan tenunannya, benar-benar handmade atau dibuat dengan mesin. oh ya, jangan ragu untuk menawar, karena biasanya mereka menaikkan harga tenunnya. Harge tenun di desa Sade ini berkisar 50 ribu sampai 2 juta rupiah, tapi inget lho, harus jeli memilihnya!

1

One thought on “hello, Sade!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s