Penoreh motif di Pekalongan

Selama berada di Pekalongan, salah satu moment yang tidak akan saya lewatkan adalah menyaksikan para pembatik berangkat bekerja dengan menggunakan sepeda. Ramai-ramai mereka mengayuh sepedanya, antara pukul 7-8 pagi dan pukul 4 sore, saya menikmati pemandangan ini tidak hanya di jalan-jalan kecil tetapi juga di jalan-jalan utama.

Para pembatik yang kebanyakan wanita ini, biasanya menuju ke desa-desa batik di Pekalongan. Salah satu desa di Pekalongan yang terkenal dengan para pembatiknya adalah desa Degayu. Desa yang terletak di kecamatan Pekalongan Utara ini memang terkenal dengan para pembatik, yang mendapatkan ilmu membatik sejak turun temurun.

Saya sempat mengobrol dengan salah satu pembatik, menurut mereka, menjadi seorang pembatik diperlukan rasa cinta akan budaya dan seni batik itu sendiri, jika hanya orientasinya mencari pendapatan, bisa terlihat dari goresan batiknya yang biasanya terlihat tidak memiliki jiwa.

Bagi para pembatik di Pekalongan, saya memperhatikan, mereka memiliki gaya berbusana yang menarik. Busana yang dikenakan sehari-hari sangat beraneka ragam, ada yang bergaya kasual, memakai kain panjang, atau ada juga yang persis seperti foto diatas. Mereka menyelipkan sedikit atau banyak corak batik pada pakaian yang mereka kenakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s